Jumat, 14 Oktober 2016

MENERJANG BADAI


Buah Karya : Etty Sunanti

Menjelma-pun aku tak sanggup
Karena aku bukan makhluq ghaib
Menjelang-pun aku tak sanggup
Karena usiaku menjelang maghrib

Tersenyum..
Aku menatap guratan luka masa lalu..
Tertawa..
Aku mengingat bodohnya diriku di masa itu..
Tertegun..
Aku mengingat konyolnya diriku di zaman itu..
Terlupakan..
Aku harus melepas semua masa buruk-ku..

Itu batu menggunung..
Menghalau penglihatan indahku..
Ku hancurkan kau dengan kapak-ku..
Itu badai mengguncang..
Menghadang jalan kencangku..
Ku terjangkan engkau dengan perahuku..

Aku bukan, Nabi Musa pembelah Lautan karena Tuhan..
Aku bukan, Nabi Yunus tenggelam di Lautan yang di santap ikan Paus..
Tapi, aku perempuan penerjang badai apapun rintangan itu.. akan aku hadapi...

Diam.. diam...
Seorang gadis cantik bertanya padaku..

"Ibu.. apakah aku harus menikah tanpa cinta ?"

Lalu aku menjawab..
"Wahai gadis.. apakah engkau ingin membawa perahumu tenggelam hanya di ujung pantai ?"
"Tidak.. ibu.. !! Aku ingin melabuhkan perahuku sampai ke seberang pulau harapan.."
"Maka perahumu akan tenggelam, sejenak saja.."
"Mengapa bisa begitu, ibu ??"
"Menikah itu harus dengan cinta, tanpa cinta, engkau tidak akan bisa menerjang badai.."
"Cintaku hanya pada Allah, ibu.."
"Lalu.. suami-mu, kau letakkan di mana ?"

Si gadis terdiam..

Wahai insan..
Wahai wanita dan pria..
Gombal !! Kau bilang menikah karena "ibadah"
Gila !! Kau bilang mencintai "Allah"

Jika, kau tidak bisa tulus menerima kekurangan pasanganmu.
Kau bilang ibadah, tapi hati-mu bergemuruh membenci pasanganmu..
Kau bilang pasangannya, tapi kau buka candamu dengan selain pasanganmu..
Kau bilang kekasih hatinya, tapi kau tidak bisa membawa ke SurgaNya..
Lalu dimana letak Cintamu pada Allah ??!
Jika engaku tidak mengerti makna cinta..

Cinta itu,
Jika engkau mampu menerjang badai demi cintamu padanya !!
Cinta itu,
Jika engkau mampu melawan segala kesulitan hingga perahumu sampai pada pulau impianmu..

Menerjang Badai !!

Yaa Menerjang Badai, demi siapapun yang kita cintai karena Allah. Itu lah cinta !!

Minggu, 09 Oktober 2016

HUBUNGAN INTIM SUAMI ISTERI ITU HARUS RILEKS

Pingin tersenyum, ada seorang ikhwan konsultasi pada saya. Bagaimana kiatnya, agar isterinya bisa segera hamil. Sudah 1 tahun menikah, tapi kok tidak kunjung tiba..

Usut-punya usut, setelah ngobrol dengan saya. Ketahuan, kalau isterinya terlalu mengatur, harus begini dan begitu. Agar bisa cepat hamil, banyak peraturan yang harus dilakukan. Yang terjadi, sang suami justru kehilangan gairah.

Akhirnya, malah timbul ketidak nyamanan, yang ada sang suami malah agak gemes dan sedikit emosi, karena aturan tersebut..

Beliau bertanya pada saya, "Apa sebaiknya yang harus saya lakukan ustadzah ?"

Lalu saya menjawab dengan sambil tersenyum, "Hihihi.. yang namanya berhubungan intim suami isteri itu harus di nikmati, yang nyantai, tenang, dan rileks. Tidak usah terlalu banyak peraturan, yang ada malah stress.. bahkan beberapa survey medis membuktikan sebuah hubungan intim yang menjadikan hasil, adalah ketika pasangan suami isteri bisa melakukan orgasme bersamaan lhoo.."

"Oh.. gitu ya ustadzah.. baik nanti akan saya sampaikan pada isteri saya.."

Kemudian untuk menambah gairah sexual, dan mengatur masing-masing hormon sebaiknya minum habbatussauda kapsul milik saya. Karena habbatussauda' itu menyuburkan dan menyehatkan sperma juga rahim.

Tapi untuk menghilangkan gangguan dalam diri masing-masing pasangan sebaiknya terapi, daun assidr dahulu..

Lebih lengkapnya, bisa komunikasi secara langsung dengan saya Etty Sunanti by WA 08113050452

Minggu, 02 Oktober 2016

BISNIS BIRO JODOH SEORANG JANDA

JANDA TERHORMAT

Ada sebuah hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam yang menarik hati saya. Yang artinya seperti ini.
Dari Abu Hurairah R.A. bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “ Orang yang menyantuni kaum janda dan orang-orang miskin adalah setara dengan orang yang berjihad di jalan Allah”. Saya juga mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda.” Dia juga seperti orang yang bertahajjud, yang tidak merasa lelah dan seperti orang yang berpuasa yang tidak pernah berbuka.” ( Muttafaq ‘alaih )

Saat saya telah menjual bisnis Wedding Organizer Islami ternama di Surabaya, Agustus 2014. Sebuah bisnis yang sudah saya bangun semenjak 1996. Semenjak saya berusia 21 tahun, kuliah semester 6, saat pengantin baru, hingga di penghujung hancurnya rumah tangga saya di tahun 2012. Menikah tanpa cinta, yang mencoba bertahan selama 16 tahun karena alasan ibadah. Serta berjuta alasan yang tidak mungkin, saya tuangkan di sebuah tulisan sederhana ini.

Dan selama itu pula, terlanjur mendapat julukan seorang pengusaha muslimah. Dengan brand bisnis yang bernama Afada Muslim Wedding yang terkenal itu. Dan saya selaku Owner serta Pimpinannya.
Kemudian, ketika status saya menjadi janda, lalu apakah orang lain akan ber-empati memberikan bantuan kepada kami ?
Jawabannya “Tidak Mungkin”.

Sementara saya terbiasa, berada dalam posisi yang tangan di atas daripada di bawah. Tentu sangat lucu, kalau saya menjadi peminta sumbangan.
Terlebih negeri ini bernama Indonesia, bukan Arab Saudi atau Belanda yang mensubsidi rakyatnya, meskipun mereka tidak bekerja.

Peranan, pemberi nafkah yang sebenarnya terletak pada suami. Seperti dalam Al Quran surat Annisa’ ayat 34, yang artinya. “ Laki-laki ( suami ) itu pelindung/pemimpin bagi perempuan ( isteri ), karena Allah telah melebihkan sebagian atas mereka, dan karena para suami telah memberikan nafkah isterinya.”

Kenyatannya, selama 16 tahun saya berkecimpung serta jatuh bangun dalam dunia usaha. Meski berdalih usaha yang Islami, syar’ie dan niatan berdakwah pula. Tapi ternyata saya lupa, bahwa peranan saya tetaplah seorang isteri yang harusnya di bawah suami. Peranan dan fungsi Al Quran surat Annisa’ ayat 34, ternyata tidak berlaku bagi kehidupan kami. Sungguh menyedihkan.

Maka wajar saja, Allah melenyapkan usaha yang saya rintis belasan tahun, agar mau tidak mau, kami menjadi sadar, bahwa saya memiliki fitrah asasi sebagai isteri dan seorang ibu.
Meskipun saya terkenal sangat idealis dalam menjalankan biduk rumah tangga, tetapi yang namanya wanita tetaplah mempunyai sisi, yang ingin di beri nafkah, di pimpin dan di lindungi seorang suami.
Banyak pihak yang merasa kecewa atas terjualnya Usaha saya, yang telah silam itu. Tapi sebenarnya saya merasa puas 100%. Karena sesungguhnya saya memiliki dunia baru, yang jauh lebih indah.

Jujur, sebenarnya saya merasa tidak nyaman mendapat gelar sebagai seorang perias pengantin. Meskipun profesi itu, telah menghidupi kami sekeluarga, selama 16 tahun.

Mengapa ?

 Karena saya merasa seperti orang bodoh, yang tidak bisa berkembang secara intelektual dan spiritual. Mungkin  juga, karena terlalu lama, mengurusi persoalan kasat mata duniawi, berkenaan pesta pernikahan. Yang sejatinya, pernikahan bahagia tidak terletak pada itu semua. Justru  lebih pada substansi pernikahan. Yang tidak bisa di tangkap secara kasat mata, yaitu sebatas resepsi pernikahan.

Banyak sisi lain Etty Sunanti, yang perlu dikembangkan. Dan itu bersifat spiritual, dan saya sangat suka. Bahkan itu talenta dari Allah Azza wa Jalla, yang bisa jadi orang lain kesulitan melakukannya.

Apa itu ?

Ya, hobby saya dalam menjodohkan orang lain, adalah sebuah ibadah unik, yang perlu di up grade.
Ketika, saya berstatus janda. Semakin banyak orang beranggapan bahwa saya tidak bisa melakukan kemuliaan di publik. Karena keterbatasan diri sebagai janda. Tentu hati ini berontak, dengan berbinar mata, jua hati, “ Memang kalau saya janda, situ mau apa ? kalau saya janda memangnya kenapa ? bukankah para shohabiyah Rasulullah adalah banyak para janda, yang justru hidupnya di Jamin Allah dengan balasan Surga ?”

Justru, setelah terjualnya Afada dan status yang janda, semakin saya tertantang mengurusi umat dengan keberanian diri, menghadapi berbagai opini masyarakat yang agak miring tentang janda.
Saya Janda Terhormat, dengan banyak bakat yang akan saya berikan sebagai solusi persoalan masyarakat. Dan itu membawa kemaslahatan, Why Not ?


ASET INTELEKTUAL

Ketika, selama 16 tahun saya bergelut di dunia Wedding Organizer, yang berakhir terjual. Meskipun secara finansial, saya kalah dan bahkan hancur. Tapi justru penderitaan itu berbuah kebahagiaan. Hikmah selalu kita fahami setelah kasus buruk berlalu.
Bolehlah orang kecewa dan prihatin atas lenyapnya usaha saya, itu hak mereka. Tapi ada kenikmatan, yang mereka di luar sana, wajib tahu, dan harus membaca tulisan saya ini.

Aset tidak harus dengan uang. Justru dream saya di usia 40 tahun, harus mempunyai  aset bersifat Knowledge dan Spiritual.
 Maka inilah aset saya..
Bahwa, syukur kepada Allah, saya telah memiliki aset besar yang justru tidak di miliki orang lain, apa saja itu ?

1.       APPROACH SKILL : Hampir 3000 klien yang sudah kami tangani, dengan berbagai kelas dan latar belakang. Sehingga saya bisa mengidentifikasi dengan mudah, setiap approach ke orang lain. Itu aset terbesar yang saya miliki, sebagai publik figur. Saya bisa memetakan kebiasaan dan kecenderungan perilaku orang lain, cukup dengan pengalaman itu semua.

2.       KONSELING SKILL : Dengan pendampingan tiap pasangan pra nikah hingga menikah, secara tidak langsung, saya sering menjadi tempat curhatan 3000 an klien. Dan ini semacam laboratorium gratis dari Allah, semacam taqdir manis buat saya. Yang tidak mungkin dimiliki orang lain. Bukan main-main pengalaman ini, bahkan saking “Sakti”nya saya, sampai bisa menilai dengan cepat kepribadian orang lain. Bahkan bisa memberikan konseling dengan baik. Karena saya faham betul tentang alur, yang harus saya lakukan itu seperti apa.


3.       TRUST : Bekerja di bidang jasa itu tidak gampang, butuh kepercayaan luar biasa, agar citra diri selalu terjaga. Bisa di bayangkan, sekali saja orang kecewa, maka seketika itu nasib kita akan hancur. Semacam keniscayaan, selama 16 tahun menjadi sosok yang harus di percaya orang lain. Dan ini modal besar yang harus saya syukuri, untuk melanjutkan estafet kehidupan. Meski bisnis sebelumnya telah terjual.

4.       KNOWLEDGE : Bisa di bayangkan 16 tahun bergelut dengan ribuan persoalan klien yang harus saya selesaikan. Sudah berapa banyak input di otak, hati, mata, telinga, bahkan seluruh anggota tubuh saya. Sehingga menghasilkan output luar biasa. Jika ditulis setiap persoalan dan solusinya, pasti akan ada tumpukan buku tebal memenuhi rumah kami. Dan ini adalah knowledge berharga.

5.       SPIRITUAL : Kesabaran, Tawakkal, Keikhlashan, bahkan bercampur amarah Syaithan seperti jengkel, kecewa, tersakiti, terdholimi, terluka dan segenap emosi. Begitupun rasa bahagia dan sedih, telah menjadi tawa dan airmata. Dan disinilah Allah menempa kekuatan spiritual saya, bahwa saya harus berbuat apa dalam hidup ini.

Dan aset ini, mampu membuat kepribadian saya semakin cantik dan tentunya akan lebih menarik jika berusaha di bidang pelayanan masyarakat. Khususnya urusan perjodohan, yang ternyata urusan ini belum banyak yang mengurusi secara Fokus bahkan Islami.


MENGAPA HARUS BISNIS BIRO JODOH ?

Sebenarnya, mengapa bisnis WO milik saya itu hancur ?
 Karena sebenarnya saya lemah dalam urusan bisnis. Saya lebih cenderung berjiwa sosial. Sejak sekolah SMP, SMA, Perguruan Tinggi, sampai berumah tangga. Selalu saja saya berurusan dengan kegiatan oraganisasi sosial. Ataupun kegiatan kegiatan yang lebih pada menolong orang lain.
Meskipun tidak menghasilkan uang, tapi ada kebahagiaan tersendiri dalam diri kami.

Lemahnya manajemen, dan suka menolong orang lain, kepentingan diri sendiri seringkali terabaikan. Aah..sudahlah, nasi sudah menjadi bubur. Allah pasti akan mengganti setiap amalan kita, aamiin..

Belajar dari kegagalan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan harus terkonsep dengan baik. Di atur dengan baik. Maka sangat lucu, kalau Biro Jodoh yang saya open, kemudian berjalan asal-asalan. Tanpa ada pengaturan yang baik. Maka teramat na’as nasib Biro Jodoh ini kelak..

Nah, Biro Jodoh ini berawal dari hobby juga. Semenjak gadis saya sudah sering menjodohkan orang lain. Mulai kakak ( Mas kandung ) saya jodohkan dengan teman sekelas. Alhamdulillah sampai sekarang hidup bahagia dikaruniai 4 orang anak yang sehat wal afiat.
Bahkan dosen saya, dengan kakak kelas saya. Teman sekelas kuliah dengan tetangga kami. Hingga adik kandung saya dengan sahabat mantan suami. Murid-murid binaan ngaji saya. Bahkan siapa saja yang jomblo, pasti tidak luput dari incaran saya. Dan kesemuanya alhamdulillah berhasil, menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.

Dan ternyata apa yang saya lakukan ini, adalah turunan dari ibu. Ibu saya bernama Tuty Setiawati, biasa di panggil ibu Amin. Karena bapak saya bernama Amin Sukardi.  Ibu malah lebih jago lagi dalam menjodohkan orang lain. Tidak pernah kenal lelah dan putus asa. Kalau saya terkadang masih ada ngambegnya, tapi ibu justru no way !!

Sejalan waktu, yang hobby ini secara awal, kami lakukan secara sosial. Ternyata hidup tidak seindah yang kita bayangkan. Seiring nama kami berdua, saya dan ibu sebagai Mak Comblang ulung. Semakin banyak yang mengetahui keberhasilan kami dalam menjodohkan orang lain. Semakin banyak pula orang lain yang meminta tolong kepada kami.

Nah orang meminta tolong, iya kalau cuma 1 orang, tidak masalah. Dan kenyataannya, yang meminta tolong, ternyata banyak juga. Dan ternyata tidak semua orang mengerti etika atau akhlaq yang mulia.
Untuk mengurusi 1 orang saja, kami membutuhkan waktu, energi, akomodasi, fasilitas komunikasi, dan lain sebagianya. Sementara saya adalah seorang janda, yang bisnisnya telah hilang. Menghidupi anak-anak, serta orang tua yang perlu saya bantu.

Kemudian jika, energi kami habis buat orang lain. Dan saya tidak memikirkan sebuah cara untuk mencukupi keperluan Biro Jodoh dengan baik. Apalagi malah menjadi sebuah persoalan baru, alias pendholiman alias penindasan hidup kami. Yaa Allah, astaghfirullohal adhiim. Betapa sia-sianya Allah memberikan akal pada hamba, kemudian kami menjadi pihak yang di rugikan orang lain.

Pernah suatu ketika, saya di bilang “Bodoh..” oleh teman saya. Karena di Hongkong, Biro Jodoh itu sebuah pekerjaan prestisius. Bahkan yang berhasil mendapatkan jodoh, imbalannya jika di kruskan rupiah, senilai Milyaran rupiah. Oh My God !!

Di sini Surabaya, Jawa Timur Indonesia. Masyarakat kita masih sangatlah egois menindas orang lain atas nama agama. Kita lihat saja, guru les baca Al Quran akan di bayar murah meriah dibandingkan les Bahasa Inggris, bukan ?

Nah, menjodohkan orang lain, masih dianggap sebuah perbuatan amal sosial tolong menolong, yang hanya bermodalkan keikhlashan semata. Tidak perlu di berikan apresiasi.  Bahkan yang lebih lucu lagi, ada sepasang orang yang berhasil kami jodohkan. Sudah gratis, mereka tidak memberikan imbalan apa-apa, malah mereka berdua bilang ke teman-temannya, kalau mereka teman sekolah sudah kenal sejak lama. Dan betapa teganya, si wanita berbisik pada saya, “ Mbak Etty, tolong jangan bilang siapa-siapa ya, kalau saya dapat jodoh dari mbak Etty. Saya sudah bilang ke teman-teman saya kalau suami teman sekolah saya dulu.”

Sudah begitu ada lagi, saat mereka menikah tidak mengabari kami. Nyelonong sendiri berdua, menelikung kami. Padahal seingat saya, kami adalah orang yang sangat menjaga privasi orang lain dengan terhormat. Saat enak, mereka lupa pada kami. Saat ada persoalan, larinya atau protes ke kami. “Oh.. sungguh kejamnya jika demikian itu..”

Dari banyaknya kasus-kasus perjodohan yang kami alami, maka bismillah dengan tegas justru saya harus memberanikan BIRO JODOH ini sebagai bisnis.

Di sini, sebenarnya tantangan buat saya, untuk menghadapi kenyataan pahit. Bahwa apa yang saya lakukan ini, anda harus menghargainya !!

Study banding saya lakukan, dari banyaknya klien yang melaporkan kegiatan Biro Jodoh abal-abal yang memanipulasi klien. Orientasi komersial belaka, bahkan calon pasangan yang di ta’arufkan ada yang fiktif. Bahkan 1 orang buat “boneka” di kenalkan dengan banyak wanita.

Belum lagi, bisnis biro jodoh secara online yang tidak ubahnya, menyiapkan data dan foto peserta saja. Tanpa melihat personal secara langsung. Entah sukses nggak sukses, pemilik biro jodoh tentu tidak mau tahu. Ya, karena resiko menjodohkan orang itu memang berat, bukan hal yang gampang. Jadi saya sangat memahami, jikalau hanya ada media online, nah seterusnya silahkan urusan anda. Adalah hal paling minim resiko.

Dan maaf beribu maaf, biro jodoh kami bukan seperti orang membeli donat yang bebas menunjuk dan memilih. Tetapi, kami memiliki adab serta standart khusus dalam memproses setiap klien kami.

Maka bagi saya, hal semacam itu semua. Semakin membuat saya semakin tertantang melakukan proses biro jodoh secara luas di kenal publik. Tapi dengan cara yang Islami, syar’ie, bertanggung jawab, amanah serta profesional

 Kalau ada yang amanah, biasanya sebatas guru/ustadz/ustadzah dan murid ngajinya. Dalam komunitas dan golongan tertentu. Bukan secara terbuka untuk umum.

Karena memahami keterbatasan tersebut. Juga proses ta’aruf dan pencarian jodoh adalah sebuah persoalan umat yang harus di akomodir. Maka, bismillah saya meresmikan Biro Jodoh saya ini menggunanakan nama saya pribadi. Yaitu “BIRO JODOH ISLAMI ETTY SUNANTI”


BIRO JODOH ISLAMI ETTY SUNANTI

Biro Jodoh Islami Etty Sunanti ini biasa kami singkat dengan BJIE. Ada logo dan brand yang sudah kami disain khusus, supaya mudah di ingat dan menarik. Saya gunakan warna merah sebagai simbol usaha ini. Karena merah adalah lambang CINTA dan HATI.
Mengapa saya berikan nama saya ? karena saya ingin meyakinkan setiap orang bahwa, “Ini loh nama saya taruhannya, kalau saya nggak beres, tinggal getok kepala saya !!”

Ada semacam trust, ketika saya memberikan nama sebagai jaminan publik. Di samping nama saya memang sudah terkenal di waktu sebelumnya, sebagai pemilik Wedding Organizer Islami ternama di Surabaya. Sebuah pekerjaan sebelumnya, yang sudah terbiasa mengurusi pernikahan orang lain. Artinya, pekerjaan selanjutnya masih ada kaitan erat dengan pekerjaan yang di geluti sebelumnya.

Kemudian mengapa harus di beri kata Islami ?
Karena saya ingin membatasi sekup project ini, agar tidak terlalu meluas dan memberatkan saya. Islami bermakna apa ?
1.       Pendaftar wajib bergama Islam, karena saya seorang muslim dan berkewajiban menolong sesama muslim. Sesama muslim saja, seringkali berbeda pandangan dan pemikiran, apalagi berbeda agama. Waah, tambah rumit persoalan.

2.       Tata Tertib yang kami gunakan dengan cara Islam. Pengetahuan keagamaan saya, sangat mendasari konsep Biro Jodoh ini. Pengetahuan saya tentang Al Qur’an, Al Hadits, Ilmu Aqidah, Fiqih dan Akhlaq Islami sangat berperan besar dalam melaksanakan amanah ini.
3.       Jika ada kata Islami, secara spontan masyarakat akan berasumsi tentang hal yang baik. Secara otomatis, hal yang buruk akan mudah terisolir. Meskipun, yang namanya keburukan bisa terjadi dimana-mana dan kapanpun. Tapi paling tidak, kata Islami bisa membuat saya lebih comfortable.


PROMOSI BJIE

1.       Secara offline, paling efektif adalah getok tular. Siapa saja yang berhasil kami jodohkan, dengan sendiri mempromosikan ke teman, saudara dan handai tolan untuk meminta bantuan kami.  Yang berikutnya membagikan brosur kepada siapa saja yang membutuhkan, atau di forum umum.
2.       Secara online, menceritakan kisah-kisah romantika perjodohan dan kesuksesan BJIE di sosmed. Wabil khusus, ada funpage khusus yang wajib di simak pemirsa dimanapun berada, funpage tersebut adalah BIRO JODOH ISLAMI ETTY SUNANTI. Saya sering mengupdate status dan segala informasi seputar kegiatan kami.



PROSEDUR BJIE

Tentu tidak akan muat. Dan tidak akan cukup waktu, jika saya tulis di sni. Yang jelas, kami sudah mempunyai TATA TERTIB serta ATURAN yang harus di jalankan bagi setiap pendaftar. Jangan takut mencari jodoh di Biro Jodoh saya ini. Karena Insya’ Allah peserta yang mendaftar adalah para muslim muslimah yang baik agama, pendidikan dan keluarganya.

Satu hal penting, setiap proses tidak harga mati, harus cocok. Sama sekali tidak ! tapi proses di BJIE, harus sama-sama ikhlash. Ada yang sekali ta’aruf sudah cocok, ada yang beberapa kali dengan peserta berbeda baru cocok. Sah sah saja..
Yang pasti, kami berusaha seoptimal mungkin untuk membantu setiap klien dengan pilihan yang terbaik.

Dan saya pribadi, dengan senang hati memberikan konseling kepada setiap klien yang membutuhkan bantuan kami.

BISNIS DAN HOME OFFICE

Dikatakan sebuah bisnis, apabila aktifitas tersebut menghasilkan sebuah keuntungan. Biro Jodoh Islami Etty Sunanti, bagi saya memang sebuah bisnis. Bisnis dunia juga akhirat.
Dalam urusan dunia, membuka sebuah hubungan baru dengan customer. Serta berinteraksi dengan mereka, adalah sebuah jalinan silaturahim yang tidak akan pernah berakhir keuntungannya.

Rasulullah Muhammad Sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda yang artinya : Dari Anas R.A. bahwa Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “ Barangsiapa ingin di bentangkan rizkinya, diperpanjangkan umurnya maka hubungkanlah silaturahim.” ( Mutaffaq ‘alaih )

Meskipun secara finansial tidaklah melimpah ruah bagaikan milyarder, tapi saya merasakan keberkahan ( bertambahnya kebaikan ) dalam hidup kami. Terlebih, semua proses perjodohan saya pusatkan di rumah saya. Tidak perduli, customer orang miskin ataupun kaya, semua bagi saya sama. Silahkan datang ke rumah, dan akan kami ta’arufkan di rumah pula.

Dan hal ini merupakan kenikmatan luar biasa bagi saya, yang seorang janda. Tidak usah saya banyak keluar rumah, tapi para tamu berdatangan di rumah kami. Dan itu keberkahan buat rumah dan keluarga kami. Khususnya anak-anak saya yang perlu dekapan dan pengawasan secara 24 jam dari seorang ibu.

Di rumah, bagi peserta BJIE tidak ada batasan waktu kapan mereka harus hadir. Suasana sangat “kekeluargaan” bagi kami. Karena Home Office, maka lebih cenderung bersifat fleksibel dan friendly. Dan ini sangat membuat kami sangat nyaman berinteraksi pada siapapun.

 Keuntungan Akhirat.

Di riwayatkan dari Abi Hurairah, dari Nabi, beliau bersabda : “Barangsiapa yang berjalan, mempertemukan seseorang pada wanita halal, yang mana hendak mengumpulkan (menikahkan) keduanya, maka Allah akan memberikan rizki seribu bidadari padanya. Dan setiap bidadari berada di istana yang terbuat dari mutiara dan yaqut. Untuk setiap langkah kakinya dan kalimat yang di ucapkannya ketikah hendak menjodohkan dan menikahkannya, di tulis baginya pahala ibadah setahun, yang malamnya di gunakan untuk Qiyamul Lail, sedangkan siangnya digunakan untuk berpuasa” ( H.R. Ibnu Majah )

Wahai insan, adakah bisnis yang sedahsyat ini ?

Rasanya haru, penuh isak air mata, telah cukup dari apapun di dunia dan alam semesta ini. Karena jaminannya jelas mendapatkan Surga dari Allah Azza wa Jalla.
Dan ini bisnis kelas tinggi yang secara langsung hubungan saya dengan Tuhan Semesta Alam.

Dan terakhir, meskipun status saya ‘JANDA’ justru atas profesi sebagai mak comblang ini, yang  membuat saya merasa terhormat. Karena meskipun
 “gagal berjodoh dengan sang mantan suami”. Ternyata saya mampu membantu orang lain bertemu  jodohnya.  Dan justru yang kami jodohkan, malah mendapatkan kebahagiaan, sakinah mawaddah warahmah.






Selasa, 27 September 2016

ORGANISASI

Sebaik-baik wanita ialah, yang berfungsi secara optimal menjadi "ISTERI" dan "IBU" yang sholihah di rumah tangganya.
Pada kenyataannya, kita hidup di sebuah masyarakat yang heterogen. Dan kita perlu bersosialisai. Wabilkhusus, mempunyai media berdakwah.

Satu dalil yang wajib, saat saya kuliah S1 di Ushuluddin dan Dakwah UMS. Kami di didik menjadi para da'i da'iyah terbaik di Jawa Timur. Yaitu QS Annahl ayat 125 : Bahwa setiap insan wajib berdakwah mengajak insan lain kejalan Allah.
Dan ternyata, kita ini tidak mungkin berjuang sendirian. Kita butuh bekerjasama dengan segala potensi yang ada.


●○○°SELEKTIF MEMILIH ORGANISASI●○•°

Perlu kecerdasan dalam memilih organisasi secara objektif. Tidak asal grubyag grubyug. Juga tidak asal menuruti hawa nafsu saja..
Saya butuh alat dan media berjuang, bukan saya yang di butuhkan perjuangan. Kalau saya jual mahal dalam berjuang. Itu namanya sombong dan tidak Ikhlash. Pasti ada udang di balik batu..
Maka saya memilih sebuah organisasi berbasis ☆ ISLAM.

Mengapa ?

Karena saya akan berhemat energi, dan waktu. Karena perlu kesamaan gerak dan langkah dalam berjuang.

Dalam media yang sama saja, terkadang kita tidak sefaham. Apalagi berbeda haluan dan aqidah, tsumma na'udzubillah..
Tentu akan menguras energi dam segalanya..

Karena saya wanita Islam, maka saya memilih sebuah wadah khusus berbasis ☆ MUSLIMAH.
Karena disini sangat nyaman jika sesama wanita, kita akan benar benar berinteraksi dengan sesama muslimah. Bukan bercampur baur dengan lelaki bukan muhrim. Dan tentunya fitnah akan tereduksi.

Memantau, menimbang dan mengamati, serta memohon petunjuk pada Allah Azza wa Jalla.

 Organisasi mana yang harus saya ikuti ?

Maka saya memilih Organisasi Pionir di negeri ini. Organisasi Muslimah tertua di negeri ini adalah 'AISYIYAH. Organisasi otonom Muhammadiyah ini, telah memilikki aset amal usaha yang tidak di ragukan lagi. Dalam masalah dakwah, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan masyarakat, ekonomi, hukum dan kebudayaan.

Dan alhamdulillah, saya bisa membantu di Lembaga Kebudayaan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya. Bersama ketua saya yang senantiasa istiqomah dalam berjuang, ibu Muliana , dan sekretarisnya yang cerdas tangkas ibu Endang Mulyani Putro.

Tanggal 15 Oktober nanti kami akan mengadakan Workshop tentang LITERASI, sebagai misi kecil kami membuadayakan membaca dan lain sebagainya..
Dan banyak progam dan impian kami lainnya, untuk berjuang memajukan masyarakat Surabaya.



°•●●■ ORGANISASI EKONOMI MUSLIMAH °○●●

Berjuang itu butuh kekuatan EKONOMI, bohong kalau berjuang itu tanpa modal. Berjuang itu harus berani berkorban. Untuk itu kita perlu banyak belajar tentang Bisnis !!
Maka saya melihat dan menimbang, dan memutuskan masuk ke dalam IPEMI Jawa Timur. Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia. Adalah sebuah organisasi pengusaha muslimah pertama di Indonesia, yang Insya'Allah memilikki power di dalamnya.

Meskipun saya bukanlah pengusaha sukses yang kaya raya. Saya hanya seorang ibu mandiri berjuang mencukupi kehidupan keluarga. Alhamdulillah sejauh ini , sejak saya sekolah SMA hingga detik ini, tidak pernah bergantung pada orang tua, ataupun pada orang lain. Dan justru saya yang sering membantu orang-orang di sekitar saya.

Karena apa ?

Ketika saya memberi nasihat secara lisan, tanpa ada pengorbanan, maka orang lain tidak akan yakin tentang nasihat kita.
Paling tidak kita harus menjadi orang yang suka memberi bukan suka meminta minta..
Di IPEMI bagi saya belajar dengan para senior yang jauh lebih makmur secara finansial. Bagaimana mereka dalam memenejemen itu semua. Dan bagaimana kiat hidup sukses beliau-beliau. Sebagai organisasi berbadan hukum, dan legal bahkan sekup Nasional. Tentu, kami akan lebih mudah mendapatkan Trust dan Akses kemanapun. Daripada berjalan sendirian.

Tapi sekali lagi, bagi saya ikut dalam sebuah organisasi adalah untuk media berjuang. Bukan untuk mencari keuntungan pribadi.

Di IPEMI bagi saya "pribadi" sebagai alat kontribusi saya membantu sesama. Khusunya masyarakat Surabaya dan Jawa Timur. Sebagai upaya mengambangkan perekonomian rakyat. Karena memang kultur masyarkat Jawa yang sudah mulai berubah. Bahwa rumah tangga harus kuat secara ekonomi dan penguatan keluarga sepertinya seorang wanita harus mampu berdaya. Maka tidak ada jalan lain, kecuali tiap orang harus berusaha berbisnis/berdagang.

Mungkin saya tidak bisa membantu secara finansial. Tapi saya ingin membantu menjadi salah satu bagian di dalamnya. Untuk menghidupkan Organisasi tersebut.

Semoga hidup saya mempunyai nilai manfaat bagi masyarakat.

IPEMI JAWA TIMUR, ketua ibu Miming Merina SH, M.Sos, MM . Sekretaris ibu Ir. Titik Asfiyah MPK, Bendahara ibu Dra. Yayuk Puji Rahayu dan ibu-ibu pengurus lainnya yang luar biasa..



°•●●□ JANGAN EGOIS ■●○•


Yang namanya organisasi itu, untuk orang banyak, membuat kemakmuran bersama. Bukan untuk kepentingan pribadi semata. Jadi yang namanya berorganisai itu harus berkorban apapun.
Tapi Allah tidak DIAM, Allah tidak TIDUR, Allah itu Maha Melihat, Maha Kuasa.
Siapapun yang ikhlash dan bersungguh-sungguh dalam berjuang. Maka Allah sendiri yang akan memberikan gantinya.
Jangan meminta balasan dari manusia. Karena manusia bukan Tuhan tempat bergantung.
Karena dalam berorganisasi itu,
"Kamu bisa memberi apa ?"
Bukan
"Kamu mau minta apa ?"


°•●●■ HARAPAN °•●●●


Saya hanya sebagian kecil dari sebuah Organisasi dan Perjuangan ini. Untuk Organisasi cukup 2 saja. Karena jika terlalu aktif kemana-mana, tentu tidak akan bisa mengatur waktu. Antara keluarga dan organisasi.

Bohong kalau kita merasa bisa dan kuat !!

Manusia itu terbatas. Apalagi seorang wanita sebagai isteri dan ibu. Jangan coba aneh-aneh dan macam-macam banyak keluar rumah. Kecuali anak-anaknya sudah mentas semua..

Harapan saya semoga,

1. Kita semua saling tulus dalam berjuang dan membantu.
2. Menjaga Ukhuwah Islamiyah dan Silaturahim
3. Saling Mendoakan sesama anggota
4. Tercapai visi dan misi kita.
5. Yang paling utama niatkan semua aktifitas kita ini karena Allah, biar berbuah pahala dan penggugur dosa.

Salam Perjuangan !!

Semoga sukses Aisyiyah dan IPEMI - ku 💖💗👍


Etty Sunanti
● Kabid Dakwah IPEMI Jatim
● Sekretaris Corps Muballighot PDA kota Surabaya
● Anggota Lembaga Kebudayaan Aisyiyah Kota Surabaya.

Selasa, 20 September 2016

GALAU DAN SOLUSINYA menurut Etty Sunanti KONSULTAN CINTA

1. DEFINISI GALAU

Kata "Galau" begitu ngtrend di era sosial media dewasa ini. Maksudnya, kata galau sering kita baca, atau mendengar di-era pertumbuhan Informasi Tehnologi yang begitu kencang.

Sebetulnya, "Galau" sendiri sudah ada, sejak di ciptakan manusia di bumi ini. Semenjak Adam dan Hawa berpisah di bumi, tentu perasaan bahkan fikiran menjadi resah Segera ingin berjumpa pada pasangannya adalah sebuah keniscayaan.

Mulai zaman tradisional hingga modern, ternyata galau akan tetap ada, hingga sampai kiamat nanti.

Apa sih Galau itu ?

Sejauh ini belum diketahui bersumber dari bahasa mana ? Yang pasti sudah menjadi hak milik Bahasa Indonesia yang baku.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke-tiga, Balai Pustaka, cetakan ke-4 tahun 2007, halaman 328.
ga.lau  a, ber.ga.lau a sibuk beramai-ramai ; ramai sekali ; kacau tidak keruan  ( pikiran )

Menurut Kompasiana, 23 Maret 2012 : Kata Galau di golongkan sebagai adjektiva, artinya kata sifat yang biasanya ikut pada sebuah subjek berupa nomina. Sedangkan satu-satunya pengretian yang menyangkut kondisi psikologis, adalah keadaan"kacau tidak keruan" yang lebih tepat di rujuk kepada pikiran.
Secara bahasa, memang tidak salah jika "Galau"di sejajarkan artinya dengan keadaan mental sementara yang tidak tenang, sedih, dan sebagainya seperti selama ini kita dengar dari banyak media.

Jadi dari secara bahasa bisa kita simpulkan, memang galau itu bersifat kondisi mental seseorang secara sementara. Artinya, kadang muncul, kadang tidak.

Mengapa galau bisa terjadi ?

Tentu saja akan terjadi kepada setiap insan di dunia. Tidak ada satupun manusia yang terlewat dari persoalan galau tersebut. Nah, selagi manusia itu masih hidup, maka selama itu pula, dia akan mengalami kondisi galau.

Mengapa setiap orang bisa mengalami galau ?

Ya, karena manusia mempunyai beban persoalan dalam hidupnya, yang harus mereka selesaikan. Selama persoalannya belum selesai, maka selama itu pula dia akan galau.

Tapi sejauh beredar dan berkembang, kata galau di gunakan kepada persoalan asmara yang belum terselesaikan. Meskipun sebenarnya, beban mental bisa saja dari persoalan yang lain. Misal masalah hutang, tertekan karena persoalan keluarga, mertua, tetangga yang jahat, dan lain sebagainya..

Sekarang, kita sepakati GALAU yang karena persoalan asmara saja ya..

Baiklah, persoalan asmara ini memang luar biasa. Ia mampu membuat kehidupan seseorang bisa berubah 100%, bisa menjadi baik, atau bahkan bisa menjadi buruk.
Pembahasan ini, akan lebih jelas kalau kita belajar tentang HORMON CINTA, ada beberapa hormon yang mampu merubah seseorang manusia melakukan apapun karena stimulasi cinta ini.

Hormon berasal dari bahasa Yunani, yang berarti menggerakkan. Adalah pembawa pesan kimia antar sel atau antar kelompok sel. Semua organisme multiseluler, memproduksi hormon beredar di dalam sirkulasi darah dan fluida sell untuk mencari sel target.
Hormon adalah zat kimia yang di produksi oleh otak. Yang berfungsi mempengaruhi hubungan antar manusia, bisa romantis, pengorbanan, perjuangan, bersabar menempuh rintangan, dan lain sebagainya..

Nah, semua dalam organ tubuh manusia itu saling bekerja sama untuk menentukan tujuan dari impian, harapan, setiap orang. Semuanya bersinergi untuk satu tujuan yang di harapkan..
Mulai, mata, pendengaran, fikiran, perasaan, tubuh, dan segala yang kita milikki berusaha melakukan untuk tujuan yang di inginkan.

Jika kemudian, terjadi penolakan atau ketidak berhasilan dari apa yang kita harapan, tentu saja semua kondisi dalam tubuh kita akan terjadi pemberontakan.

Misal stress, hingga memicu sakit fisik berupa batuk tak berkesudahan, kepala pusing, badan gatal-gatal, sakit perut dan lain sebagainya.

Maka, tentu saja butuh waku untuk mengembalikan kondisi tubuh akibat goncangan persoalan yang kita hadapi.

Rileks, Enjoy akan memudahkan situasi menjadi tenang, aman terkendali.

Lalu dimanakah peran agama dalam menyelesaikan kasus galau manusia ?

Wow.. sangat besar sekali peranannya. Bahkan kondisi ilmiah tersebut di atas, adalah bagian dari Ilmu Allah dalam Al Quran yang harus kita mengerti, fahami dan kita amalkan.


2. GEJALA PSIKHIS DAN FISIK YANG DI TIMBULKAN AKIBAT GALAU

Ternyata, galau itu menimbulkan beberapa dampak dalam kehidupan seseorang. Ada dampak psikhis/psikologis yang akan mereka alami :

1. Cemas : sebuah rasa yang membuat seseorang gelisah dan resah. " Apa iya.. apa tidak  sih? " hingga akan menimbulkan prasangka buruk pada orang lain. Sehingga menimbulkan kekhawatiran yang mendalam.

2. Insomnia : akan terjadi gangguan kualitas dan kuantitas tidur. Seseorang akan kesulitan tidur di malam hari, sehingga dia akan sibuk begadang melakukan apapun untuk mengalihkan kondisi tidak bisa tidur.

3. Labil atau instabil, akan menjadi seseorang yang tidak kuat prinsipnya. Dalam kondisi ini, seseorang akan mudah di hasut, di pengaruhi, di provokasi pihak-pihak lain. Sehingga keputusan yang di dapatkan tidak optimal dari dirinya sendiri. Yang pasti di kemudian hari, akan berdampak negatif pada dirinya sendiri.

4. Mudah tersinggung dan cepat marah : Ketika seseorang belum bisa menyelesaikan persoalan pribadinya, maka jangan harap dia akan bisa menyelesaikan persoalan orang lain. Maka dia akan cenderung cepat tersinggung dan emosional.

5. Bingung dan Pelupa : orang yang sedang galau pasti mengalami infokus, sehingga dia akan mudah bingung dan pelupa.

to be continue



Senin, 19 September 2016

" AKU WANITA BUKAN LAKI-LAKI"

Tidak ada manusia yang sempurna, begitupun saya. Terlampau banyak kelemahan dan kekhilafan diri, hingga sadar sesadarnya bahwa saya harus banyak berbenah.

Muhasabah diri, betapa banyaknya kesalahan dan dosa. Hingga berfikir kapan lagi, untuk berubah, jika bukan hari ini ?

Jiwa seorang wanita tidak akan sama dengan laki-laki. Allah hanya memberikan kesamaan dalam hal Ketaqwaan kepada Allah Azza wa Jalla. Tapi itupun, Allah telah memberikan porsi yang berbeda.

Lelaki di zona A, wanita di zona B, begitu seterusnya. Jika perbedaan zona itu di tabraknya, maka pasti ada ketidak beresan dalam hidup.

Ketika Allah sudah mensinyalir dalam KitabNya yang berarti :
" Kaum laki-laki ( suami) itu adalah pemimpin bagi kaum wanita (isteri)n, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian yang lain ( wanita) dan karena mereka ( laki-laki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka. Sebab itu, maka wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah, lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah memelihara ( mereka)." ( QS Annisa ; 34 )

Seringkali saya melakukan perdebatan kecil, bahkan bisa di kata orang yang mengajak berdebat dengan saya adalah orang yang mempunyai latar belakang agama yang baik. Tapi tidak menjamin kebaikan dalam berkonsep Islam dalam kehidupan.
Lebih banyak, masyarakat kita mengutamakan kekuatan logika mereka, daripada ketaatan kepada Al Qur'an dan Assunnah.

Terkadang kita semua lupa, bahwa kita ini milik Allah Subhanahu wa ta'alla. Maka ketika Allah sudah memberikan aturan main, hukum dan perlindungan pada kita. Tetapi justru kita tidak berpihak kepada Allah dan RasulNya. Kita seringkali berpaling darinya.. ketika terjadi musibah, baru kita sadar akan kesalahan kita masing-masing..

Ketika, Allah sudah memberikan warning bahwa Laki-laki adalah pemimpin wanita, lalu peran itu di balik menjadi wanita pemimpin laki-laki, tentu akan berbahaya.  Konteks pemimpin di sini di khususkan pada berumah tangga ( suami isteri ). Dan secara luas kepemimpinan di luar rumah tangga.

Masalah kemampuan IQ, EQ dan SQ mungkin bisa setara, ataupun wanita bisa melebihi laki-laki. Tapi ada konteks lain, bahwa laki-laki tetap lebih unggul dari wanita, dari segi fisik misalnya..

Tapi rupanya, kultur dan budaya masyarakat sudah sangat berubah, sehingga fungsi dan peran wanita bisa berubah melebihi laki-laki. Dan tentu, ini menjadi bertentangan dengan QS Annisa' ayat 34 tersebut.

Saya, sudah merasakan betul di konsep yang salah, karena tuntutan hidup. Harus membanting tulang untuk keluarga. Sepertinya bagus, hebat, kuat, padahal itu musibah buat saya pribadi..
Mengapa ?
Karena telah melawan ketentuan Allah tanpa di sadari.
Apa yang saya lakukan seharusnya sebuah bentuk sunnah, tapi menjadi bentuk kewajiban. Dan ini salah besar !!

Tidak ada kata terlambat, meski di usia 40 up, tapi meyakini sebuah keasadaran baru, itu jauh lebih baik, daripada tidak pernah sadar sama sekali.

Serius, saat dulu saya sibuk bekerja cari uang, hampir setiap potrait saya nampak tidak ada senyuman. Hidup di butakan akan kebutuhan ini dan itu, yang tidak ada selesainya..
Kalaupun ada senyuman itu bukan inner beauty, tapi senyuman berusaha "sabar" tidak emosi menghadapi setiap klien.. ufftt....
Berbeda ketika kita tersenyum tulus dalam hati, tanpa ada beban dan memang hati kita bahagia..

Zaman memang sudah berubah begitu dahsyat, wanita sudah mendominasi ke berbagai bidang kehidupan. Rasanya, laki-laki menjadi tenggelam karena peran wanita !

Apakah kita tidak sadar, jika hal ini terus kita upayakan sebagai budaya yang di anggap benar dan baik. Maka lama kelamaan, fungsi laki-laki sudah berubah. Mereka sudah tidak menempati porsinya sebagai pemimpin lagi.. tapi wanita lah yang memimpin, na'udzubillah..

Dan saya ingin di pimpin seorang laki-laki, bukan saya yang memimpin.

Kembali kepada beberapa orang yang mengajak berdebat mereka menganggap saya mempersulit pernikahan karena terlalu banyak pertimbangan.

Kalau asal menikah itu sangat gampang, tetapi mencari suami yang bisa memimpin dan mendidik saya, itu tidak mudah !!

Dan saya membutuhkan seorang suami yang mampu mendidik saya, memberi nafkah lahir dan batin, serta ikhlash mencintai kami sekeluarga.

Bukan malah saya yang memimpin dan memberi nafkah suami kelak, itu namanya musibah kembali dalam kehidupan saya..

Karena saya adalah wanita bukan laki-laki. Sisi feminin dalam diri harus senantiasa di up grade, bukan justru di bunuh.
Feminin, bukan dari segi fisik harus cantik menarik, sexy, mempesona saja, tapi dari segi peran dipolitisir bahkan di eksploitasi oleh suami. Ini namanya biadab, tidak berperikemanusiaan,,

Maaf, mari kita lihat fenomena, wanita-wanita yang bekerja di luar rumah dengan berpenampilan cantik, ber make up mempesona, berpakaian menggoda. Bekerja seharian, sementara suaminya bekerja tidak jelas, bahkan ketika pulang sang isteri harus mengurus kebutuhan rumah tangga ini dan itu. Lalu harus mengurus anak-anaknya..  
Hallo.. ini kehidupan macam apa ? 
Sungguh malang nasib para wanita pemburu rupiah seperti ini..

Begini, mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup memanglah perlu. Kita hidup di dunia butuh biaya, tapi tidak serta merta melupakan tanggung jawab dari porsi masing-masing pihak. Bahkan sampai mengorbankan fungsi hakiki, menjadi isteri dan ibu..

Peran sosial di masyarakat juga menjadi hal yang penting, karena kita memang hidup saling berbagi dan membantu Kemampuan wanita dalam mencari maisyah memang berstatus sedekah bukan sebagai pencari nafkah keluarga. Ini hukum Islam !

Jadi sah sah saja, wanita bekerja mencari uang, tapi porsinya bukan utama dan kewajiban. Tapi hanya sebagai "sedekah" di keluarga. Hal ini harus di fahamkan pada masyarakat kita, yang kian hari kian jauh dari nilai-nilai Islam..




KISAHKU HARI INI

Menjelang pukul 24.00 WIB, aku tak dapat memejamkan mata. Hingga mataku ingin menuliskan kisah hidup yang terangkum dalam Ahad 18 September 2016, yang beraduk rasa..

Memang teramat panjang kisah hidup, jika harus di tuang dalam sebuah blog merah penuh cinta ini. 

Tapi, hari ini memang luar biasa..

Di saat  ingin di rumah saja, karena badan merasa lemah terkena flu yang mestinya berat. Tapi bersyukur pada Allah, ada minyak Zaitun, Habbatusauda', Madu, Susu Kambing, serta daun Assidr ajaib yang saya beri nama HEAVEN Amazing Tea. Dan semua itu membuat  bertahan dalam kondisi yang prima. Hanya saja, harus tetap mengukur diri dengan mengajak tubuh ini beristirahat.

Hari Ahad yang biasanya rebutan kegiatan. Artinya, banyak acara yang harus saya penuhi untuk hadir, dan harus memilih satu acara, dan semua harus terkorbankan. Tapi Ahad ini  harus di rumah, feeling tajam berkata.

Ternyata, keputusan di rumah saja, adalah sebuah keputusan yang tepat. 

Mengapa ?

Karena hari ini, ternyata tak disangka, ada rombongan tamu keluarga mantan suami dari desa Lamongan datang, ke rumah.
Lucunya, saat ponakanku si Amar melihat rombongan tamu beriringan jalan memasuki kampung kami, si Amar bergumam dalam hati, " Lho ada apa itu rombongan rame-rame, apa ada orang Lamaran kah ?"
Ternyata semakin dekat, si Amar kaget, ternyata nampak wajah neneknya anak-anak.

Mereka habis silaturahim lamaran ke daerah Kenjeran sana, karena ada ponakan mantan suami yang  ( akan menikah ) dengan anak orang Surabaya.

Setelah berkunjung kesana, mereka berkunjung ke rumah kami, sambil ingin menjenguk khususnya Fahma dan Faza, sambil nunut Sholat di rumah..

Bertemu dengan mereka sekeluarga, jadi terigat masa masa menjadi isteri sang mantan dahulu, ya wajar saja,  15 tahun lebih berumah tangga. Pasti sudah sangat akrab dengan keluarga besar sang mantan.

Ada sesuatu yang kami syukuri, perpisahan kami tetap dalam kondisi  baik. Dalam artian silaturahim  tetap terjaga dengan akhlaqul karimah. Kami semua  berlapang dada dan mengikhlashkan atas perceraian itu.  Karena kami memang bukan jodoh !!

Alhamdulillah.. mantan suami juga sudah menikah hampir 4 tahun lamanya, dan mereka bahagia di Kalimantan sana. Semoga Berkah Allah atas kalian semua..

Tinggal-lah saya sendiri ini, harus menata kehidupan yang jauh lebih baik. Insya' Allah.

Sebaik baik orientasi adalah akhirat, tentu saya ingin bahagia dengan menjadi wanita seutuhnya. 

Apa itu ? 
Menjadi isteri dan ibu shalihah.

Setelah rombongan tamu pulang, saya kedatangan tamu Wedding Organizer, yang menyelesaikan keperluan ordernya.
Segenap jiwa raga, selalu melayani setiap klien.
Entah itu order kecil atau besar, bagi saya klien adalah raja.

Tapi tak di sangka, dalam hitungan jam, Raja-ku telah berubah ! sudah bukan klien lagi. Tapi Raja-ku adalah Calon Suamiku.

Mengapa  bisa begitu ??

Perjalanan panjang hidup, menjadi juragan Wedding Organizer Islami ternama di Surabaya, 17 tahun lamanya. Telah membuat hidup  bercampur rasa, mulai sedih, bahagia, suka, duka,  jatuh, bangun, pedih, perih, semua telah saya rasakan. Hingga semuanya berakhir kandas dan kacau balau..

Bagi khalayak, tentu ikut  menyayangkan dan  berempati. Sesuatu yang saya bangun dengan darah dan air mata bisa terbuang percuma..

Tapi, bagi saya yang melakoni, bahwa atas hilangnya semua itu, justru sebuah anugerah dari Allah Azza wa Jalla.

Mengapa ?

Karena dengan hilangnya itu semua, saya bisa merasakan nikmatnya menjadi seorang wanita. 

Kok bisa ?

Dulu mendirikan usaha untuk menopang hidup kami. Saya tulang punggung keluarga. Dan itu semua melelahkan bagi seorang isteri dan ibu. Saya bukanlah Wonder Woman, tapi saya adalah wanita biasa yang merindukam indahnya menjalankan menjadi seorang isteri dan ibu..

Menjadi seorang isteri dan ibu itu butuh ENERGI. Bukan sambilan atau sisa sisa waktu dan upaya yang tersisa bak sampah berserakan hingga berbau busuk.

Merasakan betul, setelah menjual usaha saya yang lalu, step by step bisa merasakan keindahan menjadi seorang ibu. Meski tidak seoptimal para ibu yang Luar Biasa, seperti ibunya para Pejuang dan Ulama' besar. Tapi konsentrasi saya selama 2 tahun memperhatikan anak-anak, Alhamdulillah cukup membuat  bersyukur melakoni hidup menjadi ibu yang baik. 

KESEHATAN JIWA buat anak-anak adalah hal utama, amanah Allah dengan 3 anak yang luar biasa bisa terlaksana dengan baik. 

AKHLAQ adalah target utama yang saya berikan pada anak-anak. Sepintar apapun, jika mereka tidak ada akhlaq, maka hancurlah kami..

Petang suasana Maghrib, telah hadirkan sebuah keputusan luar biasa. Hanya Allah Yang Mampu Menggerakkan hati hambaNya lewat diskusi kecil dari seorang makhluq Allah yang sangat misterius. Mampu menghapus profesi lanjutan dari Wedding Organizer kami.

September 2014, saya  melepaskan Afada Wedding Muslim
September 2016, saya  melepaskan Love Islamic Wedding

Dua tahun lamanya, butuh kekuatan untuk melepaskan sebuah belenggu kehidupan yang namanya materi. Hanya karena ketakutan tidak bisa hidup, dengan memaksakan diri, seorang wanita harus bekerja keras cari uang. Demi apa ? Untuk apa ? Buat apa ?
Jika hanya menghancurkan posisi indah sebagai isteri dan seorang ibu..

Memilikki usaha wedding Organizer, sebuah pekerjaan berat. Beban tanggung jawab yang berat buat saya !!
Jika anda semua bangga pada prestasi saya, maka saya justru menderita karena atas semua pekerjaan itu.

Tapi tiada penyesalan, karena semua apa yang kita lalui adalah pelajaran, pengalaman dan ilmu hidup yang luar biasa. Betapa banyak pengalaman, atas ribuan customer yang sangat mengingat jasa kami. Dan harus berterimakasih kepada semua pihak yang telah melewatkan waktu dengan kami. Saya banyak belajar dari semua peristiwa..

Inilah dream saya, ketika usia 40 up akan fokus dalam persoalan yang bersifat knowledge dan spiritual.

Menjadi mu'alimah dan pakar dalam masalah kejiwaan manusia, itulah misi saya saat ini. Dengan menyibukkan diri berjuang memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi umat Islam dan masyarakat.

Saya tidak takut miskin lagi, karena telah membuang usaha, yang membuat orang bermata hijau melihat usaha saya itu..

Wahai fulan dan fulanah, ambil ambilah rintisan usaha saya selama ini, jika itu membuat kalian semua akan lebih baik dalam hidup kalian. Semoga manfaat buat kalian..

Tapi perkenankan, untuk saat ini,  saya ingin mempersiapkan diri menjadi wanita shalihah yang merasakan indahnya setiap fitrahnya dari Allah Azza wa Jalla.

Allahu A'lam bi showwab..
Laa haula walaa quwwata illa billah..